Es di Greenland Meleleh Ekstrem
Pengamatan satelit Badan Antariksa Amerika Serikat NASA
mengungkap bahwa es di Greenland meleleh secara massal. Pelelehan bahkan
terjadi di wilayah terdingin dan tertinggi di Greenland, Summit
Station.
Tiga satelit NASA menunjukkan bahwa es yang menyelimuti Greenland
meleleh mulai 8 Juli 2012 dan berlangsung selama empat hari. Lapisan es
yang tebal tetap bertahan tak meleleh.
“Ada pergerakan udara hangat yang melewati lapisan es Greenland dan melelehkannya,” kata Tom Wagner seperti dikutip AP, Selasa (24/7/2012).
Citra menunjukkan lapisan es sebelum meleleh pada 8 Juli 2012 (kiri) dan setelah meleleh 4 hari pada 12 Juli 2012. (Foto: AP)
Area pelelehan es selama empat hari pelelehan cepat ini meningkat
dari 40 persen lapisan es menjadi 97 persen. Ini memecahkan rekor.
Pelelehan paling besar yang pernah terjadi selama tiga dekade terakhir
hanya mencakup 55 persen area.
Waigner yang merupakan peneliti es NASA mengatakan belum mengetahui
lebih banyak tentang sebab pelelehan, tetapi tampaknya es akan membeku
lagi.
Waleed Abdalati, juga dari NASA, mengatakan, “Jika kita melihat
pelelehan terjadi di wilayah yang belum pernah kita lihat sebelumnya
dalam jangka panjang, itu membuat Anda duduk dan berpikir apa yang
terjadi.”
Menurut Abdalati, apa yang terjadi saat ini menjadi sinyal tentang apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang.
Pada saat yang sama dengan pelelehan ini, gunung es raksasa di
Petermann Glacier, wilayah utara Greenland, rubuh. National Snow and Ice
Data Center juga menyatakan bahwa area yang tertutupi es Artik semakin
menurun.
Sampai saat ini, ilmuwan belum mengetahui apakah pelelehan ini adalah
fenomena langka “biasa” atau merupakan dampak perubahan iklim. Namun,
tak bisa ditampik bahwa penurunan ketebalan lapisan es di Greenland
adalah dampak perubahan iklim.
Thomas Mote, pakar iklim dari University of Georgia, mengatakan bahwa
musim panas di Greenland tergolong tinggi temperaturnya. Ini
dikarenakan tekanan tinggi yang ada di wilayah itu menyebabkan datangnya
“udara panas”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar